Mush'ab Zahra Blog

Inspirasi Hidup

Tersenyumlah

Terkadang kita merasa sangat berat menghadapi masalah dalam hidup kita. Hidup ini memang seperti roda yang berputar. Kadang di atas tapi ada kalanya juga di bawah. Tentu saja hidup tak akan berjalan kalau saja roda kehidupan tidak berputar dan yang di atas senantiasa di atas begitu pula sebaliknya.

Suatu ketika kesulitan menghampiri kita. Kesulitan atau masalah tersebut membuat kita tak bersemangat. Bahkan kata-kata “Aku ingin mengakhiri semuanya” pun terlontar begitu saja. Entah itu mengakhiri kesulitan, masalah, amanah, atau bahkan hidup. Yap, itulah kata-kata orang yang putus asa. Patah semangat memandang kebaikan-kebaikan dibalik kesulitan itu. Pandangan tentang hidup pun menjadi gelap. Parahnya, menganggap diri ini tak berguna, tak ada artinya, tak dibutuhkan, tak dipedulikan dan orang yang paling menderita. Salah satu ciri orang yang putus asa adalah senantiasa menyalahkan dirinya sendiri maupun orang lain sebagai penyebab kesulitan atau masalah yang menimpa diri sendiri ataupun umat. Orang itu hanya memandang sisi buruknya dan tak mau mencoba memandang sisi baiknya. Hingga akhirnya ‘menangis’ adalah jalan keluar yang terbaik untuk membuang frustasinya. Kalau penyakit putus asa sudah parah ya bunuh diri. Tak bisa membedakan antara bunuh diri dengan mati syahid.

Orang putus asa juga tak bisa membedakan antara A dan B. Antara baik dan buruk. Bahkan senyuman maupun candaan dari teman, sahabat, saudara, ataupun orang yang dianggapnya paling berarti dalam hidup ini pun tak bisa membuatnya kembali tersenyum.  Benar-benar konyol. Sebegitu cengeng kah menghadapi masalah hidup yang mungkin belum ada apa-apanya dengan ‘hidup yang sebenarnya’.

Tapi ingatlah, kita hidup di dunia ini tak sendiri. Masih ada teman-teman yang peduli dengan kita. Teman yang tak akan pernah meninggalkan kita di saat kita jatuh. Teman yang selalu ada untuk kita. Teman yang selalu mendukung dan memberi semangat. Teman yang membuat kita merasa ‘ada’ di dunia ini. Dan di saat kita patah semangat, ingatlah mereka. Jangan membuat mereka ikut bersedih dengan kesedihan kita. Jangan pernah putus asa selama masih dapat mengayunkan kaki untuk menempuh langkah baru setiap harinya. Sebab, rasa putus asa, patah semangat, dan selalu berpandangan negatif terhadap segala sesuatu hanya akan menghambat langkah, menciptakan kemuraman dan menempatkan jiwa di dalam sebuah penjara yang pengap.

Sungguh, kita sangat butuh pada senyuman, wajah yang selalu berseri, hati yang lapang, akhlak yang menawan, jiwa yang lembut, dan pembawaan yang tidak kasar. Ingat, tak ada masalah yang tak dapat diselesaikan. Seperti halnya sebuah soal matematika, sesulit apapun sebuah soal pasti ada jawabannya. Kalau saja salah soal ya paling tidak meski tak sempurna ada jawabannya juga kan?

Intinya, mari bangkit dari kesedihan, sebab kesedihan hanya akan membuat air yang segar terasa pahit, dan sekuntum bunga mawar yang indah tampak seperti sebongkok labu, taman yang rimbun tampak seperti gurun pasir yang gersang, dan kehidupan dunia menjadi penjara yang pengap. Jangan bersedih, karena kita masih memiliki dua mata, dua telinga, dua bibir, dua tangan dan dua kaki, lidah dan hati. kita masih memiliki kedamaian, keamanan dan kesehatan.

“Maka, nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan.” (QS. Ar-Rahman: 13)

Keep Smile and Spirit!!!

December 13, 2010 - Posted by | curahan | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: