Mush'ab Zahra Blog

Inspirasi Hidup

Makna Idul Fitri

Ramadhan tahun ini adalah bulan perubahan sekaligus pertobatan sang preman kampung,  Andre. Akhir-akhir ini dia berubah menjadi pemuda yang aktif sholat berjamaah dan selalu mengikuti kajian di masjid sehabis sholat Subuh. Sita, sang kembang desa yang selalu memakai baju yang kurang bahan, kini juga telah memakai jilbab.

Pada suatu kajian yang sering disebut dengan kuliah Subuh, Andre mendengarkan penjelasan ustadz dengan serius. Dia senang sekali mendapatkan pengetahuan tentang Idul Fitri.

Idul Fitri atau Lebaran pun tiba. Andre bersama Raihan silaturahim ke rumah tetangga mereka terutama yang dianggap sesepuh. Setelah selesai, Andre melepas baju koko dan berganti baju ‘dinas’nya kemudian berkumpul kembali dengan geng-nya sambil merokok, main kartu ditemani dengan miras.

Raihan : “Mas, kok kembali seperti dulu lagi sih? Nggak jelas…. Lho, Mbak Sita kok jilbabnya dilepas juga?”

Andre  : “Apanya yang salah? Kata ustadz, Idul Fitri memiliki arti kembali fitrah, atau kembali ke asal kejadian. Bukankah aku sudah kembali pada keadaan awalku?”

Sita  : “Katanya juga, Idul Fitri itu adalah waktu kita untuk berbuka. Nggak salah kan, kalau aku buka-bukaan lagi? Kan berbuka…,”

Raihan   : “??%%$$**##?? Dasar bunglon!!”

August 28, 2010 - Posted by | anekdot | , , , , , , , , , , , , , ,

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: