Mush'ab Zahra Blog

Inspirasi Hidup

Bidadari yang Turun Dari Helikopter

Bagian 1

Pada suatu hari yang amat cerah, tiada awan mendung yang menyelimuti nusantara, pergilah seorang ksatria kesiangan berkelana mencari inspirasi hidup. Tak salah lagi, ksatria tersebut adalah Jaka Tarub. Jaka Tarub hidup di sebuah rumah mewah di tengah hutan bersama ibunya yakni Dayang Sumbi. Karena hidup dalam kemewahan, membuat Jaka Tarub menjadi malas untuk bekerja karena memang tidak ada yang bisa dikerjakan. Konon kabarnya, Ayah Jaka Tarub adalah penguasa negeri Jodhipati. Yakni Raden Arjuna.

Dayang Sumbi merasa tidak nyaman berada di Jodhipati yang penuh dengan perang teknologi, maka dia minta pada suaminya untuk pindah ke hutan wisata nan indah dengan fasilitas tak kalah dibanding dengan kalau dia tinggal di istana. Arjuna menyanggupinya. Jaka Tarub tak tega melihat Ibunya tinggal sendirian di hutan, maka dia sering menjenguk dan menemani ibunya. Dewi Sanggalangit, putri kerajaan itu, tetap setia tinggal bersama Arjuna untuk menanti pangeran tampan berkuda putih dari negeri seberang datang meminangnya.

Hari-hari dilalui Dayang Sumbi dengan penuh ketenangan. Meski tinggal jauh dari istana, dia tidak perlu repot-repot bekerja. Tiap bulan, suruhan dari kerajaan datang untuk memberikan jatah bulanan dan banyak makanan dari istana. Lagipula pekerjaan rumah semua dikerjakan oleh robot-robot pembantu rumah tangga.

Tapi hari ini Jaka Tarub bosan di rumah. Dia ingin menghabiskan waktunya di hutan wisata itu dengan menemukan sesuatu hal yang berharga. Maka dia memutuskan untuk berkelana mencari inspirasi untuk membangkitkan gairah hidupnya lagi.

Jaka Tarub bersandar pada batang pohon sambil memandang lepas ke langit. Sungguh indahnya langit, dia berharap ada seorang bidadari turun ke bumi untuk menemaninya.

Tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari arah sungai di belakang Jaka Tarub. Dengan penuh rasa penasaran, Jaka Tarub mengintai siapa gerangan yang merusak lamunannya. Tak jelas siapa, yang jelas ada pakaian tergeletak  sia-sia di atas batu tepat didepan Jaka Tarub.

“Wao… ini pasti baju bidadari yang turun dari langit. Wah, ternyata impianku terwujud,” kata Jaka Tarub dalam hati.

Jaka Tarub segera mengambil baju itu. Tapi tiba-tiba saja terdengar klenengan. Dengan sekejap berdirilah sosok makhluk tanpa bayangan di hadapan Jaka Tarub.

“Hoe bocah tengik, berani-beraninya kamu mencuri jas kebangsaanku,” bentak sosok tanpa bayangan tersebut.

“Oh, ini punya mu ya,,, kupikir punya Dewi Nawangwulan, seperti yang ada di dongeng-dongeng itu…,” kata Jaka Tarub tanpa dosa masih tersepona dengan makhluk tanpa bayangan tersebut.

“Nawang Wulan dari Surga apa…. ini udah nggak jamannya Nawang Wulan. Ini zaman teknologi Cing!!!” kata sosok itu.

“Oh… lalu siapa dirimu?” tanya Jaka Tarub masih tampak potolongo.

“Aku GathotKaca. Masa gak kenal,, ketinggalan zaman kamu! Aku si eksekutif muda penguasa dunia langit. Aku bisa terbang kemana-mana dengan helikopter,” jelas Gathotkaca bangga.

Jaka Tarub memandang GathotKaca biasa-biasa saja. Tak ada yang menarik darinya.

“Tahu nggak, liat tuh,, helikopterku bisa mendarat di sungai. Keren kan?? Jangan heran… Jas ku ini dilengkapi dengan Automatic Laser Detector. Tangan kotor sepertimu itu, pasti telah terdeteksi niat busukmu itu untuk mencuri jasku. Makanya jangan main-main sama aku. Chamkan itu,,”  kata Gathotkaca.

“Ah,,, aku nggak peduli siapa dan bagaimana kamu! Kamu belum tahu aku ya,, aku ini putra mahkota kerajaan Jodhipati!” tantang Jaka Tarub.

“Wao,,, senang bisa bertemu dengan seorang pangeran. Tapi sayang sekali aku nggak percaya. Biasanya, pangeran apalagi putra mahkota, dikawal pasukan, yah atau paling tidak kamu punya pegassus. Nggak jalan kaki kayak kamu itu,, Cuma bawa nyawa dan dosa…,” hina GathotKaca.

“Jalan kaki itu sehat. Tidak menimbulkan polusi udara. Sebagai calon pemimpin yang baik, sudah seharusnya aku memberi contoh pada semua makhluk untuk hidup sehat. Oh… apa perlu aku tunjukkan KTP ku, biar kamu percaya?”

“Kenapa tidak? Coba lihat…,” kata GathotKaca.

“Nih,, liat,, pekerjaan: Pangeran Negeri Jodhipati!! Ada lagi, aku juga punya Id Card, baca nih, Pangeran Jaka Tarub, jabatan Putra Mahkota, ini aku juga punya Nomor Induk Penduduk Jodhipati! Nggak percaya juga?!” kata Jaka Tarub sambil menunjukkan kartu identitas dirinya.

GathotKaca manggut-manggut tampak paham.

“Woke, aku percaya padamu. Kalau kamu mengaku pangeran, kenapa kamu tak ikut sayembara di Ngastina?” tanya GathotKaca heran.

“Sayembara apa? Aku tak peduli dengan berbagai macam undian berhadiah. Aku sudah cukup kaya. Apapun aku sudah punya!” kata Jaka Tarub sombong.

“Oh ya?? Yakin? Kamu punya segalanya? Aku yakin sekali yang satu ini kamu belum punya,” kata GathotKaca yakin sekali.

“Emang apa hadiahnya?” tanya Jaka Tarub akhirnya penasaran.

“Haduh..haduh… payah sekali kamu Nak! Raja Ngastina sedang mencari pendekar berintelektual tinggi. Siapa pun yang menang dalam sayembara ini, dia bakal dinikahkan dengan putri Ngastina yang cantiknya belum ada yang menandingi. Maka dari itu, raja, pangeran dan para pemuda berbondong-bondong registrasi sayembara ini. Lhah bocah ini, tahu infonya saja tidak,” jelas GathotKaca menggebu-gebu.

“Wao.. aku harus ikut. Aku akan tunjukkan bahwa negeri Jodhipati punya seorang Pangeran yang berintelektual tinggi,” kata Jaka Tarub mantap.

“Siapkan dirimu Nak! Lawanmu bukan sembarang orang. Pangeran Sangkuriang haruslah kamu waspadai,, dia adalah siswa teladan di negerinya,” nasehat GathotKaca.

“Tak masalah bagiku. Kamu pikir aku tak berpendidikan tinggi?! Masa mahasiswa teladan kalah sama siswa teladan…,malu-maluin aja,” kata Jaka Tarub gairah hidupnya kembali menyala.

“Nah kalau gitu buruan kamu registrasi. Tapi sayang sekali, aku harus pergi sekarang juga, aku mau ada meeting di negeri awan,” kata GathotKaca.

“Hei,, tunggu dulu. Bolehkah diriku numpang helikoptermu menuju Negeri Ngastina? Kalau aku jalan kaki, bisa-bisa tahun depan baru sampai,”kata jaka Tarub.

JJJ

About these ads

July 17, 2010 - Posted by | novel | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: